BUNGKUS ITU BERNAMA INSPIRASI

Anda suka membaca buku Chicken Soup of the Soul? Saya suka. Bahkan saya sering menggunakan cerita-cerita di buku tersebut sebagai bahan training saya. Cerita yang sungguh menginspirasi. Bagaimana orang yang gagal sanggup untuk bangkit dan berhasil mengalahkan kegagalannya. Orang yang sakit berjuang untuk sembuh dan mampu mengubah banyak orang dengan perjuangannya melawan sakit.
Saya bisa ikut menangis kemudian tertawa bahagia di akhir kisah.

Banyak orang mungkin seperti saya. Suka membaca atau mendengar kisah-kisah inspiratif. Kemudian menceritakan kembali saat kita melihat orang lain mengalami hal yang mirip. Dengan dalih bahwa kisah ini membuktikan bahwa semua orang sanggup untuk mengatasi masalah.

Hanya ada sedikit masalah di sini.

Kita suka mendengar dan membaca kisah2 itu selama bukan kita yang mengalami.

Lebih mudah untuk mengatakan bahwa semua akan baik pada waktunya pada saat kita sedang dalam kondisi baik, dan bukan sebaliknya.
Lebih mudah mengatakan untuk ikhlas akan kehilangan sesuatu atau seseorang ketika bukan kita yang kehilangan.
Lebih mudah mengatakan bahwa rejeki sudah diatur oleh Tuhan saat kita berkelimpahan.
Lebih mudah untuk bersyukur ketika semua hal yang kita alami sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Kisah inspiratif mengajak kita untuk selalu berpikir bahwa pada akhirnya segala yang baik akan terjadi.
Setuju.
Yang tidak ditonjolkan adalah berapa lama waktu mengalami kondisi buruk dan sakit yang terasa.

Kita diajak untuk merayakan hasil akhir.
Pada saat seharusnya kita merayakan prosesnya.
Kita diajak untuk menikmati bungkusnya bukan isinya.

Terinspirasi adalah mengalami (dalam konteks kita masing2), bukan hanya membaca atau mendengar cerita-cerita hebat.

Seperti saat memasak indomi, kadang bahkan kita tidak butuh mangkok, hanya air panas dan bungkusnya. Karena yang utama adalah saat bubuk2 bumbu itu menyatu di sela2 mi kering yang perlahan-lahan mengembang. Saat wangi bumbu mengusik penciuman kita. Saat suapan pertama serasa dosa.

Karena indomi tidak butuh untuk dipahami, hanya perlu dinikmati.

#saturdaythought
#freethinkerisathinker

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s