LIFETIME EXERCISE (MANUSIA PEMBELAJAR JILID II)

Pada suatu hari saya bertemu dengan klien untuk membahas mengenai evaluasi hasil training. Klien kurang begitu puas dengan evaluasi hasil training dalam aplikasi di tempat kerja. Dalam metode evaluasi Kirkpatrick, judulnya adalah evaluasi level 3 – penerapan di tempat kerja. Dalam metode 6D, judulnya adalah D4 (drive) and D5 (deploy) – delta improvement.

Kami berusaha menjelaskan bahwa, kami hanya memastikan materi pelatihan mampu dipahami oleh peserta dan menimbulkan awareness akan pentingnya pelatihan tersebut di tempat kerja mereka (level 2/D3). Mengingat bahwa kami adalah konsultan training external yang dikontrak mendesain program dan menyampaikan pelatihan di kelas.
Namun klien merasa bahwa materi kita artinya kurang efektif masuk ke lubuk sanubari dan bank memori peserta yang pada akhirnya tidak teaplikasikan dengan benar.

Cerita lain dengan kondisi yang hampir sama adalah saat saya dan tim melakukan pendampingan untuk proses perbaikan di salah satu pabrik. Selama 10 bulan kami melakukan tracking dan monitoring secara ketat untuk memastikan semua program perbaikan berjalan dan menghasilkan hasil yang baik. Pada saat proses konsultansi usai, manajemen melayangkan keluhan bahwa program perbaikan yang kami canangkan kurang efektif. Karena masih banyak kejadian atau masalah terjadi.
Saat itu, kami mencoba mengingatkan juga bahwa proses perbaikan adalah proses yang akan selalu berjalan. Karena tidak akan pernah ada proses organisasi yang berjalan tanpa masalah (kecil ataupun besar).

Saat itu selama beberapa waktu, kami mencoba mereka ulang program training kami, metode konsultansi kami, dengan tujuan 2 hal di atas tidak terulang.
Namun pada akhirnya kami sampai pada kesimpulan bahwa perbaikan proses (via training ataupun konsultan) bergantung pada perbaikan perilaku.
Dan perbaikan perilaku adalah perbaikan yang terus menerus harus dijalankan. Bukan karena perilakunya bermasalah, namun karena kondisi external menuntut kita untuk senantiasa berubah menjadi lebih baik. Jika tidak kita akan tersisihkan.

Jadi apapun yang kita pelajari apakah itu karena training atau pendampingan (mentoring), pada satu titik akan tergantung kita untuk memastikan segala pengetahuan yang kita dapatkan mampu kita aplikasikan. Titik kenaikan level adalah saat kita tidak lagi bergantung pada trainer dan mentor untuk mencari tahu dan belajar menjadi lebih baik.

Saya selalu akan ingat apa yang menjadi kata penutup saya jika mengajar program Personal Effectiveness.

“Menjadi orang yang berkualitas dan dapat diandalkan adalah kontrak seumur hidup. Anda harus berlatih dan displin menerapkannya tiap hari. Sampai kapan? Sampai Anda memutuskan untuk berhenti menjadi orang yang dapat diandalkan”
(Liliana Hartono)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s