THE PAST THAT HAUNTS US

Kita adalah manusia sejarah. Apa yang kita pikirkan, katakan dan lakukan dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu kita.
Seberapa sering kita sebagai profesional atau bahkam executive perusahaan mengambil keputusan berdasarkan data masa lalu?
Sering.
Bahkan tiap pelatihan mengenai Problem Solving, kita selalu diperhadapkan pada data. Data ini tentunya adalah data histori. Artinya kita akan digiring untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di masa lalu, dengan data masa lalu namun dengan kondisi saat ini.
Yang kita sering mengabaikan adalah, kondisi saat ini memiliki faktor pengaruh yang berbeda dengan kondisi masa lalu. Sehingga data yang kita gunakan sebenarnya adalah hanya berupa pola kejadian yang terjadi di masa lalu dan kita berharap bisa menggunakan pola tersebut (bukan data) untuk mengantisipasi terjadinya masalah yang sama utk tidak terjadi di masa kini.
Sound absurd?
Betul.
Namun itu adalah hal terbaik yang mampu kita lakukan dengan keterbatasan kita tidak mampu melihat masa depan.
Yang bisa kita lakukan hanya melakukan prediksi.
Sesuai dengan pola yang kita yakini valid.

Pemahaman ini membuat kita terjebak utk mengolah informasi masa lalu sebagai bahan utama. Bukannya menemukan pola, kita berkutat pada apa yang terjadi di masa lalu dan kemungkinan tindakan yang kita akan lakukan.
Seberapa sering kita bertemu dengan orang yang menggunakan istilah: “dulu…. saya melakukan ini.. dan berhasil”.
Betul.
Namun itu dulu.
Istilah lain: “waktu saya di perusahaan lama… saya berhasil.. bla bla bla..”
Betul.
Namun itu di perusahaan lama.

Minggu ini saya bertemu dua orang yang memberikan pengalaman mencerahkan.
Pertama adalah seorang direktur perusahaan konsultan training. Perusahaan ini menghadapi tantangan yang besar utk pembaharuan konsep dan metode. Kami mencoba membahas mengenai strategi 2017.
Dan sepanjang pembicaraan didominasi oleh bagaimana sang direktur berhasil membesarkan perusahaan ini dengan caranya di masa lalu. Hampir semua usulan mengenai hal baru utk perubahan dibenturkan dengan keberhasilan masa lalu.
Kedua adalah teman lama.
Sepanjang kami berbincang, yang ingin disampaikan adalah keberhasilan dia keluar dari masa lalu yang buruk dan bagaimana dia bersyukur sudah mampu melewati itu semua.
Dari dua perbincangan tadi, pertanyaan utamanya adalah, what next?

Pendekatan problem solving modern paham risiko jebakan masa lalu. Oleh karena itu salah satu tahapan analisa selain analisa data histori (analisa masalah) adalah melakukan analisa kondisi yang ada (current stage analysis). Dengan harapan, yang akan dimunculkan adalah prediksi berdasarkan pola dan kondisi masa kini yang lebih valid.

Pada akhirnya, saya setuju dengan pemikiran penulis Augusten. Kadang bukan masa lalu yang menghantui kita. Namun kita yang menghantui masa lalu.
Jika itu terjadi, bagaimana kita bisa bergerak maju?

“The past does not haunt us. We haunt the past. We allow our minds to focus in that direction. We open memories and examine them. We re-experience emotions we felt during the painful events we experienced because we are recalling them in as much detail as we can.”
Augusten Burroughs

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s