DEFYING GRAVITY

I’m through accepting limits
’cause someone says they’re so
Some things I cannot change
but ’til I try, I’ll never know!

Kalimat di atas adalah penggalan dari lagu Defying Gravity.
Lagu ini dinyanyikan di pertunjukan berjudul WICKED, salah satu terjemahan perspektif para penyihir di cerita Wizard of Oz.
Lagu ini merupakan afirmasi Elphaba (wicked witches of the west) bahwa untuk bisa berhasil, kita tidak tergantung kepada pandangan, komentar, atau perlakuan orang terhadap kita.

Saya suka lagu ini.
Lagu ini juga merupakan afirmasi buat saya bahwa jika kita senantiasa fokus dan melakukan yang terbaik, kita akan berhasil.
Afirmasi bahwa keberhasilan bukan sekedar motivasi.
Keberhasilan adalah usaha yang tidak pernah usai.
Lagu ini juga afirmasi dari buku Malcom Gladwell – Outlier.
Bahwa utk menjadi sukses, anda harus menjalani 10,000 jam tambahan utk keahlian tertentu.
Artinya, kerja keras.

Kadang, orang lain hanya melihat hasil dari kerja keras itu.
Ada uang, ada mobil, ada rumah.
Semua hebat.
Semua ingin menjadi seperti itu.
Namun ketika dihadapkan pada proses menjadinya, belum tentu orang mau.
Semua mau instant.
Dalam hal uang; andai saja ada yang jual pohon duit.
Dalam hal karir; andai saja tiap tahun kita dipromosi
Dalam hal keluarga; andai saja anak kita langsung dari lahir menjadi dewasa. Tidak perlu melewati masa2 berat harus bangun tengah malam ketika anak kita cranky karena lapar.
Instant.

Ada masanya, saya pernah diledekin rekan-rekan saya dulu sebagai “Anak Platinum”. Hehehe bukan lagi “Anak Emas”.
Karena dianggap dekat dengan bos.
Teman-teman saya tidak sadar bahwa ketika mereka memilih pulang ke rumah utk berkumpul dengan keluarga, saya memilih duduk di ruang tunggu BOD hanya untuk bertemu dan diskusi dengan Bos.
Itu pilihan.
Tapi pilihan tersebut ada harganya.
Ada harganya tentu ada hasilnya.

Sebagaimana pagi ini saya memilih sudah berada di bandara untuk berangkat meeting di luar kota.
Sementara yang lain mungkin masih lelap dalam tidur subuh yang paling enak.

Saya tidak mengeluh.
Karena saya menikmati hasilnya.
Saya sedang membayar harga.

Maukah anda membayar harga?
Maaf, tidak ada yang gratis di dunia kesuksesan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s