MENGENDALIKAN RAYAP

Hari ini saya janjian dengan marketing perusahaan pengendali rayap untuk survey rumah. Terakhir seraya melakukan treatment rayap sekitar 5 tahun lalu. Saya tinggal di kawasan Cibubur yang memang rentan dengan serangan rayap. 5 tahun lalu, saya memanggil pengendali rayap karena saya mulai lihat ada gundukan tanah di taman depan rumah saya dan kusen jendela belakang ada kumbang kayu. Saat itu mereka melakukan treatment total.
Karena saya baru saja pindah, saya tidak terlalu memiliki banyan perabotan. Sehingga proses treatment saat itu berlangsung cepat. Kira2 cuma 2 jam utk ukuran rumah 54m2. Saat membersihkan rumah bekas bahan kimia (semprot maupun injek), saya juga hanya memakan waktu 2 jam.

Hari ini, si mas pengendali rayap bilang untuk treatment lantai dan perabotan butuh waktu 4 jam. Dan saya diminta untuk mengeluarkan semua barang yang ada di perabotan tersebut.
Saya terpana.
Barang saya semakin banyak.
Saya harus membongkar.. menunggu treatment.. menunggu kering.. bersih2.. baru memasukkan lagi semua barang.
Dibutuhkan waktu total 2 hari.
Sambil terpana, lamat-lamat saya mendengar penjelasan dari mas pengendali rayap…
“Rayap itu daya spreadingnya jauh bu… bisa 200m. Bahkan kalo kita ketemu rayap di rumah ibu.. ratunya bisa aja di radius 200m di luar. Nah.. bahaya rayap adalah kita tidak pernah tahu dimana dia akan menyerang. Kalo pas kayak ibu.. sensitif dengan suara.. jadi kedengaran suara rayap lagi makan inti kayu.. bagus sekali. Bisa early warning. Kebanyakan orang mengetahui sudah terlambat. Saat perabotan sudah hancur.”

Saat si mas nya pulang. Saya masih tercenung.
Pilihannya adalah saya diamkan saja. Karena sebenarnya belum kelihatan kerusakannya. Nanti kalo rusak tinggal ganti perabotan. Tapi rayap masih berpotensi menyerang perabotan baru.
Atau saya treatment menyelamatkan perabotan saya namun dengan usaha 2 hari bongkar-beres rumah. Tapi setidaknya saya aman dari rayap 5 tahun ke depan.
Saya memilih yang kedua.
Repot?
Pasti!
Mungkin saya akan memanggil adik saya dan tukang bersih-bersih rumah saya untuk membantu.

Pengendalian rayap sama dengan pengendalian dan kontrol di organisasi perusahaan.
Ada potensi perusahaan kita penuh dengan “rayap”.
Orang-orang yang “toxic”, fraud, mengambil keuntungan pribadi, benalu. Intinya adalah orang-orang yang menggerogoti perusahaan. Yang mengerikan adalah kita tidak tahu mereka ada kecuali kita sensitif terhadap gerakan dan suara-suara mereka.
Nah… tantangan berikutnya adalah pilihan untuk mengendalikan “rayap” tadi.
Jika perusahaan masih kecil, tentu perombakan yang terjadi akan lebih simple. Usaha yang diambil akan lebih ringan.
Namun kalau perusahaan sudah besar.
Kebayang dong… bagaimana usahanya?
Bongkar dulu organisasinya untuk deteksi “rayap” dimana.
Menunggu treatment “rayap”nya.
Menunggu kering “obat kimia” nya.
Bersih2 organisasi dari sisa mayat “rayap” dan kotoran karena kena “obat”.
Baru kemudian.. kita menata lagi organisasinya.
Usaha yang berat.
Lama atau tidak tergantung berapa orang yang mengerjakan.
Kalau anda sendirian, akan sangaaattt lamaaaaa.
Tapi jika dikerjakan bersama-sama dalam tim, mungkin bisa lebih cepat.

Mana pilihan anda?
Diamkan saja?
Atau treatment?

Udah ah.. ngomongin rayap membuat saya tidak selera makan pagi ini. Kok melihat sambal bawang warna cokelat diatas indomi goreng terasa goyang2 yah… hiiiiiii….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s