FIRST PENGUIN – HOW TO UNLEASH OUR POTENTIAL

Pagi hari ini membaca mengenai Keisuke Honda yang belakangan mendapatkan First Penguin Award. Keisuke Honda adalah pesepak bola Jepang yang berkarir di tim AC Milan. Sambil aktif berkarir, Honda mulai mengembangkan aset pribadinya untuk membeli klub sepakbola di Austria dan bahkan memodali para pebisnis muda Jepang. Untuk yang terakhir inilah award didapatkan.

“Nama penghargaan ini terinspirasi dari penguin pertama yang berani terjun ke dalam laut demi mendapatkan ikan untuk bertahan hidup –kendati pun ia tahu di dalam laut ada predator berbahaya,” tulis Honda di akun Instagram-nya.

Kemarin, saya berkesempatan diskusi dengan teman saya Wira Sudjana. Saya kenal dia di perusahaan farmasi yang pernah saya layani beberapa tahun lalu. Dia sekarang menjadi top agent salah satu perusahaan asuransi besar di Indonesia. Namun dia tidak mau disebut agen asuransi. Buat dia apa yang dia lakukan adalah membantu orang untuk me-“leverage” aset dan kehidupan orang.

Nah.. apa yang menjadi misi baru Wira sebenarnya sejalan dengan proses evolusi fungsi sumber daya manusia di perusahaan.
Dari mulai menjadi faktor produksi – asset – capital – people (dalam konteks learning organisation) pada akhirnya tantangan terbesar adalah mendapatkan nilai tambah.
Jadi apapun nama yang diberikan entah itu sebagai aset perusahaan, modal perusahaan, setiap individu di dalam perusahaan harus memiliki nilai tambah.
Dan kuncinya adalah “leveraging people”.

Proses pertama dalam “leveraging people” adalah membebaskan potensi. Dalam dalil bebas, potensi yang dibuka adalah semua potensi kualitas diri. Dalam dalil organisasi batasannya tentu kompetensi yang diharapkan.
Kembali.. jika talent acquisition bertugas mendeteksi potensi, talent development bertugas membuat mekanisme yang memungkinkan potensi itu keluar.

Apa hubungannya dengan Penguin?
Sederhana.
Talent acquisition bertugas mendeteksi penguin2 yang memiliki kemampuan untuk terjun di air. Talent development yang bertugas membuat para penguin tahu cara terjun yang bisa mendapatkan ikan dan menghindari predator.
Penguin pertama yang berani terjun mendapatkan ikan dan mengalahkan semua risiko adalah Talent terbaik anda.

Tapi bagaimana dengan diri kita sendiri? Bagaimana kita tahu kita sdh meleverage diri kita? Unleashing our potential?
Gambaran sederhana adalah ketika anda makan indomi kuah biasanya dengan 5 rawit dan hari ini memutuskan untuk makan indomi dengan 10 rawit, anda sedang membebaskan potensi makan rawit anda dan tentunya jika berhasil menyelesaikannya, anda sudah mampu meleverage diri anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s