FENOMENA AHOK DAN TALENT MANAGEMENT

Pilgub DKI semakin panas.
Apalagi ketika Ahok memutuskan utk maju via jalur parpol. Semua tersentak. Ada yang mendukung. Ada yang mengecam.
Spekulasi yang muncul adalah apakah PDIP akan mendukung Ahok juga? Atau Risma? Atau Sandiaga?

Mencermati jalannya pilgub DKI sangat menarik.
Ahok yang tidak islami, Ahok yang tidak santun, Ahok yang tidak kompromi di satu sisi dan sisi lain masih banyak yang percaya bahwa Ahok masih dibutuhkan di Jakarta.
Dengan gaya arogannya, ngomong ga pake perasaan, sepet sana sepet sini, akhirnya tetap orang melihat hasilnya.
Jakarta menjadi lebih baik.
Pertanyaannya sekarang adalah seberapa besar Ahok membutuhkan Jakarta? Dan seberapa besar Jakarta membutuhkan seorang Ahok?
Di lain pihak banyak daerah yang minta Ahok jadi Gubernur mereka.
Ahok sudah menjawab.
Dia maju lagi bertarung untuk Jakarta.
Kenapa?
Karena Ahok butuh saluran untuk menuangkan idenya, kompetensinya, prestasinya. Dan buat Ahok, Jakarta adalah ladang pertempurannya.
Bagaimana dengan Jakarta? Apakah anda mau bertarung untuk Ahok?
Tidak perduli dengan banyaknya survey dan analisa pakar politik, pada akhirnya pembuktian ada di tahun 2017 saat pilkada digelar.

Organisasi perusahaan, khususnya bagian Talent Management sebenarnya menghadapi masalah yang sama ketika menilai dan memperlakukan “talent”.
Apa yang sebenarnya menjadi dasar?
Hasil?
Perilaku?
Secara teori, jawabannya adalah dua2nya.
Namun kenyataannya, perjuangan teman2 di talent management adalah, kita bertemu dengan talent yang tidak sempurna.
Hasilnya ok, perilakunya kurang berkenan.
Hasil kurang ok, perilakunya disukai.
Jadi?
Mana yang anda pilih?
Pada akhirnya batasannya bukan itu.
Batasannya adalah seberapa besar perusahaan anda membutuhkan orang ini?
Seberapa besar orang ini membutuhkan perusahaan anda?
Membutuhkan perusahaan anda sebagai saluran penerapan ide, kompetensi dan prestasinya.
Apakah perusahaan anda siap? Dengan segala ide, perilaku dan akibat hasil prestasi orang ini?
Saat anda menjawab ini.
Anda menjalankan talent management.
Bukan cuma assessment.
Bukan cuma IDP.
Bukan sekedar membuat panel manajemen.
Anda butuh analisa atas desain organisasi, visi perusahaan dan budaya yang ada.
Anda butuh ditemani oleh lebih dari bermangkok2 indomi dan berkilo2 rawit untuk sampai pada kesadaran itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s