WALK THE TALK

Jika salah satu ciri integritas adalah mampu melakukan yang dikatakan, artinya saya masih belum mampu menjadi orang yang berintegritas secara optimal.
Raja Daud disebut sebagai “Man of Integrity” bukan karena tidak pernah berbuat salah, bukan karena dia mampu menjadi orang yang sempurna. Bukan!
Namun karena mampu untuk menjalankan yang dia katakan.
Dia adil dalam setiap kondisi.

Pada saat kekhilafannya saat bermalas2an di loteng istana membuatnya berbuat nista karena menghampiri istri orang, menghamilinya bahkan membunuh suaminya, Raja Daud terima konsekuensi tindakannya.
Dimulai dengan mengakui bahwa dia salah dan menerima segala konsekuensi hukuman. Bahkan ketika konsekuensi hukuman itu seharga nyawa anaknya.

Pada saat saya mengikuti proses 10 kebiasaan (dari total 20) buruk yang membuat kita menjauh dari kesuksesan.
Saya memulainya dengan melihat apa yang dilakukan oleh orang lain. Lebih mudah menuliskan contohnya bukan?
Namun pada saat saya berhenti menuliskannya dan mencoba menjalankannya, saya bertemu segala sisi keburukan itu sendiri di dalam diri.
My ugly truth.
Begitu sulit untuk menahan diri untuk tidak menang sendiri.
Begitu sulit untuk menahan lidah berkomentar.
Begitu sulit untuk diam saat marah.
Begitu sulit untuk memberikan penghargaan ke orang lain.

Dan ternyata..
Sepatah istilah.. “walk the talk” yang sering kita lemparkan ke orang lain ketika kita menguji integritas bagaikan cermin yang semakin terang menguji diri sendiri.

Bukan sekedar konsistensi.. tapi keberanian menerima konsekuensi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s