Habit #8 NEGATIVITY OR “LET ME EXPLAIN WHY IT WON’T WORK

Buat saya kebiasaan ini adalah saudara kembar dari “Passing Judgement” saudara kandung “Make destructive comment” dan sepupu dari “BUT”.
Bedanya adalah tiga kebiasaan sebelumnya lebih fokus kepada keinginan manusia untuk menjadi “superior” dibandingkan yang lainnya.
Sementara kebiasaan nomer 8 ini lebih karena “default” orang tersebut.

Di bukunya, Marshall mengutip istilah istrinya mengenai orang-orang yang selalu “negatif”. Dia menyebutnya “NEGATRON”.
Negatron adalah orang yang “tidak mampu” mengucapkan sesuatu yang positif atau memuji apa yang menjadi usulan orang lain. Defaultnya adalah melihat dari sisi negatif.
Jika “manusia kritik” di kebiasaan “passing judgement” (lihat habit #3 Passing Judgement-8 Juli 2016) menganggap dirinya “KRITIS”, negatron hanya menjadi dirinya sendiri.
Mereka tidak mampu saja berkata positif.

Suatu hari, saya bertemu dengan teman lama. Mungkin sudah 5 tahun saya tidak berjumpa dengannya.
Saya perhatikan dia terlihat segar, wajahnya berseri dan bersemangat.
Jadi saya berkomentar.
“Lu kelihatan seger banget. Looks so happy!”
Responnya..
“Wah.. lu lama ga ketemu gua Li.. dulu gua lebih seger.. sekarang gua tu sebenarnya ga terlalu happy sama badan gue.. lu ga lihat gua gemukan? Gua sekarang hampir 60 kilo.. duluuu.. gua itu 48kg.. jadi.. bla bla bla…”
Saya terpana.
Kehilangan kata-kata.
Saya ga tahu lagi mau merespon balik.
Saya pikirkan ulang komentar awal saya.. kayaknya tidak ada unsur mengenai “berat badan”.
Just plain compliment.

Ada salah satu karakter di novel Diana Palmer’s Wyoming Rugged bernama Brady yang menjadi contoh terbaik seorang negatron.
Pada saat Brady melihat orang kena asma, yang akan dia katakan adalah, orang itu kurang olah raga sehingga paru-parunya menjadi lemah.
Bahkan diceritakan dengan agak berlebihan jika Brady melihat orang tertabrak mobil, yang akan dia katakan adalah bagaimana orang yang tertabrak tadi jatuh dengan cara yang salah.

Marshall menggambarkan dengan lebih extreme.
Jika kita datang ke orang ini dengan membawa obat penyembuh kanker paling mujarab, yang akan dia katakan adalah “let me explain why it won’t work”.

Istilah “let me explain why it won’t work” mirip tapi tidak sama dengan penggunaan “But dan However”.
Karena ada unsur seakan-akan “bantuan” disana.
Padahal intinya adalah “penolakan”.

2 hari ini saya berdiskusi intens dengan salah satu klien yang kebetulan suka membaca postingan mengenai seri kebiasaan ini.
Jadi pada saat kami diskusi, kami berusaha keras untuk menghindari kata “Tapi” pada saat mendengarkan argumen dari masing-masing pihak.
Sampai akhirnya kita semua tertawa saat menyadari bahwa ternyata sulit sekali untuk belajar mendengarkan dan menerima suatu argumen saat kita sendiri memiliki kepentingan terhadap hasil diskusi itu.
Salah satu tim klien kemudian bilang..
“Kalo gitu kita ganti aja phrase nya… kan ga boleh pake “tapikan”.. kita pakenya..”perlu anda ketahui bahwa….”
Kami semua tertawa.

Namun pada saat saya membaca mengenai kebiasaan ini, ternyata variasi “let me explain why it won’work” yang sering dikeluarkan oleh negatron adalah:
“Masalahnya adalah…”
“Perlu diketahui bahwa…”

Jadi.. pada saat kita tahu bahwa respon negatif akan membuat kita lebih jauh dari area kesuksesan, kita akan berusaha untuk menjadi lebih positif.
Masalahnya adalah…..

‪#‎negatron‬

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s