Habit #5 STARTING WITH “NO”, “BUT”, OR “HOWEVER”

Saya menggambarkan kebiasaan ini sebagai unsur gabungan dari “Winning Too Much” dan “Adding too Much Value”.
Pada dasarnya segala kalimat yang dimulai dengan kata “TIDAK”, “TAPI”, “BAGAIMANAPUN” memiliki arti
“SAYA TIDAK SETUJU”
“ANDA SALAH, SAYA BENAR”

Suatu hari kami sedang berdiskusi dengan klien membahas mengenai perubahan di dalam organisasi mereka.
Kami mulai mempresentasikan rekomendasi kami.
Suatu perubahan yang cukup radikal dan membutuhkan komitmen dari perusahaan.
Pada akhir presentasi, ruangan hening.
Kemudian salah satu direktur memecah keheningan.
“Idenya bagus sekali, TAPI kondisi kami tidak memungkinkan hal itu dijalankan sekarang”.
Artinya:
“Idemu salah!”

Pada suatu hari saya sedang berdiskusi dengan seorang teman. Kami membahas mengenai hidup yang seimbang. Salah satunya adalah psikosomatis saat masuk kantor.
Saya berkomentar..
“Salah satu indikasi bahwa hidup kita tidak seimbang adalah ketika kita mulai tidak menyukai aktivitas rutin kita padahal hal itu harus kita lakukan”
Jawabannya:
“GA AH… gua sih ga gitu”
Artinya:
“Saya benar, kamu salah!”

Di suatu presentasi  dengan management lainnya.
Kami membahas mengenai suatu perubahan organisasi untuk menjadikan organisasi yang sekarang lebih ramping dan efektif. Ada akibatnya. Beberapa orang yang dianggap tidak perform, pasti akan terpinggirkan bahkan tertinggal.
Pada akhir presentasi, kami tutup dengan kesimpulan bahwa kalaupun tidak bisa menjadi performer, setidaknya mereka tidak menjadi “waste” dan membuat proses tidak efektif berjalan.
Salah satu direktur langsung merespon:
“BAGAIMANAPUN mereka sudah bersama dengan kita selama bertahun-tahun dan terbukti loyal”
Artinya,
“Kesimpulanmu SALAH, saya TIDAK SETUJU”.

Penggunaan kata, “Tidak”, “Tapi” atau “Bagaimanapun” dalam satu kalimat memang tidak terlalu nyata sebagai penolakan.
Apalagi kata “Tapi”. Karena biasanya diawali dengan pernyataan persetujuan, lalu diteruskan dengan kata “Tapi”.
Namun penggunaan “Tapi” membuat makna kalimat menjadi berbeda.
“Makanannya enak sih.. TAPI agak kurang asin ya..”
Makna:
“Makanannya kurang enak karena kurang asin”.

“Ide kamu bagus, TAPI kurang kreatif”
Makna:
“Ide kamu tidak bagus karena tidak kreatif”.

Kata “TAPI” begitu sering kita gunakan bahkan kadang kita tidak menyadari bahwa saat kita menggunakannya, kita memberikan pesan ketidaksetujuan atau “saya benar-kamu salah”.

Bahkan mungkin, setelah anda membaca postingan ini, anda akan bilang..
“Bener sih…. TAPI…..”

Ya ga pa pa sihhh… itu hak anda…
Tapikan… tapikan……

‪#‎nobuthowever‬
‪#‎disagreement‬
‪#‎imrightyouarewrong‬

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s