Habit #4 MAKING DESTRUCTIVE COMMENT

Kebiasaan ini berbeda dengan kebiasaan #2 Adding Too Much Value. Karena komentar yang dilemparkan kadang kala tidak memberikan nilai tambah apapun.
Di beberapa kondisi bahkan bisa merusak hubungan antar personal.
Dan yang mengerikan dari kebiasaan ini adalah, kita tidak menyadarinya saat kita melakukannya.

Saat ada orang yang melihat kumpulan bunga bermekaran di sebuah taman dan berseru.. “Wow… bagus bangetttt”
Kita merespon: “Biasa aja”

Ketika ada teman kita yang bercerita mengenai seorang anak berprestasi di FB.
Kita merespon: “Ga usah dibesar-besarkan lah…”

Ketika kita merespons teman kita yang sering memposting memgenai foto-foto bahagia keluarganya dengan…
“Biasanya kalo terlalu bahagia di FB.. sebenarnya gak kayak gitu..”

Ketika ada teman kita sedang bercerita bahwa mereka sakit dan sedang melewati fase pengobatan alternatif.
“Pengobatan alternatif itu tergantung kuasa Tuhan banget ya…”
(Dan anda tidak sedang relijius dan beriman kuat disini.. anda cuma komen saja.. dan sayangnya.. komen anda sangat melukai)

Ketika sedang makan di tempat makan baru..
“Kek gini kok dibilang enak… enakan warteg mbak Yanti!”

Melemparkan komentar-komentar seperti diatas sedemikian otomatisnya di lidah kita sehingga terkadang kita tidak menyadari akibat yang ditimbulkan.
Contoh lain dari “destructive comment” adalah sarkasme dan kesinisan. Bicara mengenai sinis, anda bahkan tidak perlu mengeluarkan suara. Dengan wajah anda, tarikan mulut (saya tidak mau menggunakan istilah “senyum”) tarikan hidung dan dahi. Anda bisa menjadi sinis.
Sarkasme..
Yah.. semua sudah tahu.
“Si Otong itu orang nya baik banget ya…”
“Ya.. ya.. ya… saking baiknya sampai bagi-bagi duit ke anak buahnya.. tapi pake duit perusahaan..”

Jadi bagaimana cara kita menghindari dari kebiasaan ini?
Kata para pakar komunikasi…
THINK!
Is it TRUE
Is it HELPFUL
Is it INSPIRING
Is it NECESSARY
Is it KIND

Sebenarnya pada intinya.. mikir dulu sebelum ngomong.
Gampangkah?
Nope!
Membutuhkan bermangkok-mangkok indomi telor rawit untuk bisa menahan lidah ini berkomentar pedas apalagi sarkastis.

Bagaimana dengan anda?

‪#‎sarkasm‬
‪#‎destructivecomment‬

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s