May Day

Tanggal 1 Mei adalah Hari Buruh sedunia. Indonesia baru mengakuinya sebagai hari libur nasional 2 atau 3 tahun terakhir ini. Peninggalan pak SBY selain 10 album lagunya.
Peringatan hari buruh tapi sudah ada sejak lama.
Yang pasti, kita harus siap2 macet dan pusing cari jalan kalo hari buruh. Demo buruh adalah keniscayaan setiap hari buruh.

Yang menarik, bukan hanya di Indonesia, hari buruh digunakan untuk demo. Di US dan beberapa negara Eropa, seingat saya Perancis dan Jerman pernah juga membuat gerakan demo anti kebijakan pemerintah saat itu.

Yang lebih menarik lagi, istilah MAY DAY memiliki arti SOS jika diberlakukan di penerbangan atau kapal atau militer.
Kapal mau nabrak gunung es… kaptennya teriak “mayday…mayday…”
Pesawat mau jatuh… “mayday..mayday”

Jadi kalo mendengar kata “Mayday” asosiasinya adalah butuh pertolongan segera.

Bagaimana korelasinya dengan hari buruh?
Buruh itu butuh pertolongan segera.

Bukan karena pekerjaannya berat atau gajinya terlalu kecil.
Karena buruh itu selalu disalahgunakan (abused).

Pertama..
Oleh perusahaan.
Buruh diposisikan paling bawah dalah strata pekerjaan.
Dispensable work.
Jarang dipikirkan jalur karirnya.
Paling cepat dipotong jika terjadi masalah keuangan perusahaan.
Padalah secara logis, dengan gaji buruh hanya 3 juta rupiah, perusahaan harus memecat 10 orang untuk hemat 30 juta. Bandingkan dengan gaji senior manager yang juga punya kontribusi kegagalan dan gajinya sudah 30 juta?

Kedua…
Oleh Serikat Buruh.
Orang yang berada di SB pastinya tidak semua buruh.
Wong mereka bisa punya mobil mewah.. baju bermerk..
Lebih2 bisa ga kerja tapi duitnya banyak.
Nah.. mereka butuh buruh untuk bisa menjadikan semuanya itu.
Andaikata tidak ada buruh di Indonesia, tentunya tidak ada serikat buruh.
Jadi masukan buat pak JKW, jika ga mau pusing dengan serikat buruh yang maunya banyak, mendingan istilah buruh di Indonesia dihapuskan.
Ganti aja dengan asisten karyawan.

Ketiga…
Oleh semua karyawan non buruh.
Hehehe… eits.. jangan marah… wong bener kok..
Kita2 ini suka abuse (benefit) buruh lho…
Mereka dapat kenaikan UMR, kita minta sundulan.
Mereka dapat over time, kita itung2an jam kerja.
Mereka dapat jatah susu dan puding aja, kita minta naik uang makan.
Kita lebih bermental buruh daripada buruh itu sendiri.
Tapi kan.. nama baik buruh jadi tercoreng.

Jadi..
Tidaklah heran jika buruh teriak…
“Mayday… mayday…”

‪#‎mayday‬

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s