THE POWER OF TRAILER

Salah satu yang paling saya suka ketika nonton bioskop adalah menonton trailer. Istilah saya sejak jaman kecil adalah “nonton extra”. Karena itu saya suka masuk lebih awal saat nonton bioskop.

Kebiasaan itu saya bawa sampai sekarang. Jika ingin menonton satu film, saya akan cari dulu trailernya. Kalau trailernya aja tidak menarik buat saya, saya ga akan menonton.
Industri film sangat paham kekuatan trailer. Mereka para editor secara khusus akan mencari moment2 yang dianggap sangat kuat untuk bisa menarik calon penonton.
Trailer itu bagaikan sinopsis. Isi cerita tanpa ending.
Sehingga penonton trailer “seakan-akan” tahu ceritanya tapi jangan sampai tahu alur sesungguhya, apalagi akhir ceritanya.
Trailer cenderung pendek durasinya (kalau lama jadi film donggg).

Kalo kita lihat film horor, trailernya pasti ga jauh2 dari suara mengerikan, kelebatan cahaya, bayangan-bayangan setannya (tapi ga kelihatan setannya) dannnnn… duaaarrr!!!! Muncul tulisan “coming soon”.
Trailer adalah magnet.

Editor trailer di film itu kalau di perusahaan adalah recruiter atau sekarang istilahnya talent acquisition. Salah satu role mereka adalah employer branding.
Mereka harus mampu membuat “trailer” untuk menarik minat calon karyawan.
Di dunia persaingan talent yang semakin berat saat ini, kekuatan para “editor trailer” di perusahaan menjadi kunci sukses.

Yang menarik adalah perusahaan khususnya team HR (aka rekrutmen) menyadari bahwa mereka harus bisa menarik calon karyawan, namun belum bisa mengoptimalkan proses “editing” cerita yang akan ditayangkan.
Trailer yang seperti apa yang cocok buat perusahaan saya?
Potong cerita mana yang sangat kuat untuk menarik talent?

Trailer perusahaan asuransi (agen asuransi) atau MLM lainnya adalah cerita keberhasilan anggota atau leader. Dari jalan kaki, naek motor, naik mobil, jalan-jalan ke luar negeri. Tema trailer adalah reward.

Trailer perusahaan start up digital adalah pakaian bebas, flexi time, kesempatan untuk berkreasi bebas.
Tema trailer adalah freedom.

Jadi tantangan terbesar rekruter atau employer branding adalah membuat sinopsis cerita mengenai perusahaan yang sangat kuat sehingga banyak orang ingin masuk ke perusahaan itu.

Kembali ke contoh film.

Namun yang perlu disadari adalah trailer ini tidak benar-benar mencerminkan kualitas film.
Mau trailernya sebagus apapun, jika filmnya jelek, anda akan dapat “first buy customer” yang akan kecewa. Mereka akan cerita ke semua calon penonton lainnya. Dan mungkin (mungkin juga tidak) calon penonton itu batal menonton (tergantung apakah dia percaya review penonton pertama).

Saya termasuk orang yang percaya trailer. Walaupun sering kecewa. Karena prinsip saya film itu selera. Jadi saya tidak bisa bergantung pada review orang lain.

Walaupun beberapa teman sudah bilang Captain America : Civil War kurang ok. Saya tetap nonton. Karena buat saya itu selera. Apalagi saya lihat trailernya keren banget. Wuih.. kapan lagi lihat 2 cowok ganteng super berkelahi kan.. plus semua superhero ternyata ada disitu.
Dan saya suka filmnya (sudah fans jadi semua yang salah… pokoknya avengers selalu kereeeennnn).

Para penonton Captain America yang bilang filmnya jelek, boring, ga seru, sebenarnya tidak paham isi ceritanya.

Karena sebenarnya 2.5 jam film Captain America itu adalah trailer dari film Blackpanther dan Spiderman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s