ENJOY WHERE WE ARE

Salah satu kalimat Calvin yang saya suka:
“Life is like topography, Hobbes. There are summits of happiness and success, flat stretches of boring routine and valleys of frustration and failure.”

Sabtu pagi itu saya bergegas dari hotel kecil tapi bising di kawasan Nagoya Batam menuju Batam Center untuk sekedar melepaskan penat setelah seminggu itu harus berjibaku dengan panasnya kota Batam dan sulitnya merekrut orang di kawasan industri Muka Kuning.
Setibanya di kawasan Batam Center, rencana awal hanya ingin minum-minum kopi di sebuah kopitiam dan jalan-jalan di mal terbajak oleh spontanitas ketika melihat rombongan berduyun-duyun menuju pelabuhan penyeberangan Batam-Singapore. Saya cek tas saya.. ahaaa… ternyata paspor terselip di sana. Saya berlari menuju pintu keluar, mencegat taxi dan meminta diantarkan ke seberang.

Setelah beberapa saat kebingungan di depan area keberangkatan, saya bertanya ke petugas yang sedang ngopi-ngopi santai.
“Kalau mau ke singapore, perahunya yang mana yak.. (perahu cyinnn… emang mau mancing hihihi)”
Si bapak yang ternyata baik hatinya walaupun sangar tampangnya mengantarkan saya masuk dan memunjukkan beberapa layanan kapal cepat ke Singapore. Saya memilih Penguin. Karena jam balik dari Singapore termalam dibandingkan kapal-kapal lain.
20 menit kemudian, saya sudah berlayar.
Dalam waktu 45 menit saya sudah berada di negara lain dengan zona waktu yang lebih cepat 1 jam.

Waktu itu belum ada Vivo City. Saya berlabuh di Harbour Front. Saya tidak ada teman. Tidak seperti sekarang yang kalau di Singapore tinggal kontak kawan-kawan buat menemani jalan. Saya tidak tahu jalan. Tidak tahu juga mau kemana. Saya cuma tahu saya punya waktu 10 jam sebelum kapal saya balik ke Batam.
Sepanjang saya berjalan-jalan di area mal Harbour Front, saya tertawa dalam hati. Saya tidak pernah melakukan sesuatu tanpa perencanaan seperti ini. Tapi ternyata seru juga.
Setelah sekitar 1 jam saya berkeliling. Saya memutuskan untuk ke Orchard. Kan banyak yang bilang.. belum ke Singapore kalau belum ke Orchard.
Saya tanya ke mbak-mbak penjaga stall souvenir (beneran mbak-mbak kok.. asalnya dari Purworejo), si mbak baik hati ini bahkan mengantarkan saya ke stasiun MRT tak jauh dari situ. Membantu beli kartu dan mengajari saya jalur untuk menuju Orchard.
(Makasih ya mbak Purworejo.. saya bahkan lupa tidak bertanya siapa namanya..)

Setiba di Orchard, saya disambut hujan.
Desember itu memang basah kata orang-orang di sekitar saya saat itu.
Daripada bingung ga tahu mau kemana, saya masuk ke toko buku besar disudut jalan.
Borders.
(I really miss that place)
Saya putar-putar untuk lihat-lihat buku. Ga berencana beli sebenarnya. Oh ya.. tadi saya belum cerita kalau saya hanya membawa uang 50 dolar? Yang sudah dipotong tiket kapal seharga 21 dolar dengan pajak. Plus.. buat makan siang dan transport, uang saya masih sekitar 25 dolar. Jadi harus hati2 kalo mau belanja. Bisa terdampar beneran di negri orang.

Saat sudah mulai bosan..
Mata saya tertumbuk pada sebuah komik yang tertumpuk sembarang di kotak buku diskon. Gambar depan yang provokatif. Anak kecil dan harimau.
Calvin and Hobbes.
Saya membukanya.. membaca beberapa halaman dan.. saya jatuh cinta pada dua tokoh ini.
Ada 4 bundel buku di kotak itu. Harga diskon. Saya hitung-hitung.. ah… rejeki.. masih ada sisa buat transport balik ke Harbour Front.

Sepanjang saya balik dari Sngapore ke Batam, mata saya tidak lepas dari celoteh Calvin dan Hobbes.
Pada perjalanan pendek yang spontan tadi, saya mungkin tidak terlalu menikmati kota Singapore. Tapi saya mendapatkan yang lebih berharga.
Saya mendapatkan pembelajaran di tiap helai cerita buku itu.
Saya mendapatkan guru.
Sampai sekarang.
Buat saya, Calvin and Hobbes adalah maestro kehidupan dengan komentar-komentar atau perilaku yang cenderung absurd.
Karena dari mereka saya belajar untuk menikmati apa yang ada sekarang. Dimanapun saya berada.

Salah satu kalimat Calvin yang saya suka:
“Life is like topography, Hobbes. There are summits of happiness and success, flat stretches of boring routine and valleys of frustration and failure.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s