NOWHERE (NOW-HERE atau NO-WHERE)

Suatu sore, saya ada janji temu dengan seoarang kawan lama. Dia termasuk kawan seperjuangan yang tersesat dan memilih untuk menyesatkan diri.
Saking tersesatnya, saya harus menunggu 1 jam lebih lama dan harus pindah tempat 3 kali. Kata dia, dia sedang ditandai oleh mafia2 apa gitu (ini kalo bukan temen seperjuangan di Batam, sudah saya anggap gila heheheh)

Singkat cerita, kami akhirnya bertemu di pojokan area La Piazza. Ada coffee shop kecil. Tidak terlalu kelihatan orang mondar mandir. Saya bilang sama dia..
“Lagakmu lae… kayak pilem2 aja kau.. dikejar-kejar mafia..”
Dia ketawa dan sambil minum kopi, dia bercerita.

Sejak 2 tahun saya meninggalkan Batam, ternyata dia pindah ke satu perusahaan yang memang tujuannya adalah menipu orang. Buat pengiriman palsu, garansi bank palsu, semuanya palsu. Dari pemalsuan-pemalsuan ini bosnya mendapatkan harta kekayaan yang luar biasa.
Dia ikut kecipratan lah.. barang 1-2 persen katanya.
Tapi di tahun itu, bosnya tiba-tiba kabur ke luar negeri. Nah.. dia yang jadi sasaran tembak. Dikejar-kejar oleh polisi dan rekan bisnis yang marah.
Akhir cerita dia bilang:
“I’m going NO WHERE li.. so I just live it NOW and HERE.. try to survive…”
Tak lama dia tengok jam, trus buru-buru kabur.. karena merasa sudah terlalu lama berada di satu tempat. Dan dia berasa tidak aman.
Hari itu terakhir kali saya ketemu dia.

Di pojokan yang lain di waktu yang lain.
Saya ada janji temu dengan teman lama juga.
Cerita punya cerita, dia sekarang usaha sendiri. Sangat sukses! Aktivitas yang dia lakukan adalah meeting sana meeting sini hehehe (berasa familiar banget ahahah)
Dia tutup ceritanya dengan kalimat..
“Sekarang hidup gua tu kayak ga beraturan.. pokoknya dimana aja.. every where and any where lah… gua tu merindukan banget saat2 gini.. ngopi sama temen.. menikmati saat ini. Tanpa harus dipusingkan dengan apa yang akan gua lakukan besok”
Saya bilang ke dia..
“You are not alone my friend.. once we are busy thinking about the future, we are losing the moment of NOW and HERE”
Kami berdua terdiam sambil membiarkan kopi kami mendingin.

Banyak orang yang keputusannya didasarkan pada konsep Now and Here. Bukan karena mereka memang berniat menikmati hidup, tapi karena mereka tahu mereka tidak punya tujuan akhir (going No Where).
Di lain pihak ada orang yang begitu tajam pemahaman akan tujuan hidupnya (going some Where) tapi tidak mampu menikmati hidupnya saat ini.

So..
Bagaimana dengan anda?
NOW HERE?
NO WHERE?

Kalo saya.. now and here.. ada kopi sama soto ayam mak nyuss.. (kehabisan stok indomi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s