KEKUATAN SIMPUL

Salah satu group whatsApp yang saya miliki adalah Communion VG. Anggotanya adalah sahabat-sahabat lama yang pernah tergabung di grup vokal saat kami duduk di bangku SMA dan saat kuliah. Ada yang tidak satu SMA, ada yang tidak sefakultas. Tapi saat itu kami tergabung karena kami suka melayani dalam bentuk grup vokal.

Setelah waktu bergulir 20 tahun, persahabatan kami tetap nyata. Mungkin tidak tiap hari kami berbincang via WA. Bahkan kadang rencana ketemuan juga sering gagal. Namun ada sesuatu yang mengikat kami di kelompok ini. Bahasa kerennya adalah we shared common thread. Bahasa saya adalah kekuatan simpul.
Salah satu sahabat di grup pernah mengutarakan hal ini. Secara bebas saya terjemahkan bahwa grup kami ini peduli tapi ga kepo, bertanya tanpa tendensi menyerang, semua yang kita ceritakan di grup berakhir di grup (tidak suka gosip).
Tapi kalau menurut saya, kekuatan simpul grup kami adalah lagu dan pelayanan gereja. Bahasa penguatan kami satu sama lain adalah lagu.

Di lain cerita, saya pernah merasakan bekerja di satu perusahaan dimana 3 bulan pertama, saya merasa dikucilkan dan diserang. Bukan hanya saya, ada 4 orang rekan diperlakukan sama. 4 orang baru. Ditempatkan di satu area dan berasa diawasi dengan ketat. Yang terjadi kami ber-4 menjadi dekat. Datang selalu pagi-pagi kemudian sarapan bareng. Makan siang bareng. Buka puasa bareng (padahal saya tidak puasa). Simpul kami adalah “lawan yang sama”. Kekuatan simpulnya adalah “rasa teraniaya”.

Setiap ada yang bertanya kepada saya, apa rahasia sebuah team yang solid. Jawaban saya adalah kekuatan simpul. Bahasa manajemen hanya menyebutnya shared common goal. Menurut saya jika hanya berbagi tujuan yang sama, team itu tidak akan kuat. Dibutuhkan suatu kejadian untuk menjadi simpul dari tujuan yang sama tadi. Dan dibutuhkan alasan untuk menjadikan simpul itu kuat.
What am i doing here (terciptanya simpul)
Why am i here (kekuatan simpul)

Saya pernah heran apa yang menyebabkan banyak orang lebih suka nongkrong di warkop Hendra (StarBak). Pernah saya tanyakan ke salah satu fans nya. Jawabanya.. kita bukan cuma nongkrong. Kita jadi community.
Saat itu saya ketawa sambil berpikir.. lebay banget nih orang.
Tapi setelah mencoba menganalisa, simpul warkop Hendra adalah “Kopi”. Kekuatannya adalah “pembicaraan tanpa batas”.
Saya ada disana. Orang boleh berganti. Perilakunya sama. Pesen kopi dan ngoceh apa aja.

Buat saya simpul warkop Hendra adalah Indomi Rawit. Kekuatannya adalah sebelah warungnya ada yang jual gorengan. Dan gorengannya enak bangettttt…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s