FENOMENA WAKTU

2 hari lalu, saya mengajar program manajerial di Anyer. Penyelenggara program adalah konsultan pelatihan terkenal di Jakarta (mungkin Indonesia) yaitu Primasi. Primasi percaya bahwa pelatihan harus diiringi dengan pengalaman sehingga metode pelatihan yang di gunakan adalah outbond. Klien mereka kali ini adalah sebuah Bank.

Pada saat saya melakukan processing suatu penugasan, para peserta dengan jeli mampu mengidentifikasi sumber daya yang mereka harus kelola dalam menyelesaikan suatu penugasan (namanya juga training manajerial hehehehe). Namun beberapa kali gagal menyelesaikan penugasan tepat waktu. Sehingga alasan yang sering muncul ketika ditanya kenapa gagal adalah waktunya kurang.

Menariknya adalah para manajer tersebut di konteks penugasan tadi tidak menyadari bahwa waktu adalah sumber daya juga. Sesuatu yang seharusnya juga dikelola. Nah.. yang lebih menarik lagi… hal ini juga berlaku di dunia nyata kita. Entah itu di rumah, di tempat kerja, kita banyak menemukan orang2 (bahkan mungkin kita sendiri) tidak memandang waktu sebagai sumber daya.
Kenapa?
Karena kita tidak dapat menciptakan waktu.
Karena waktu diberikan kepada kita oleh Tuhan penguasa alam seakan-akan secara gratis.
Sehingga kita (istilah kerennya) “take it for granted”.

Kenapa saya bilang “seakan-akan”?
Karena sebenarnya waktu itu walaupun disediakan secara cuma2, namun kita tidak bisa menyimpannya. Kita tidak bisa menabung dan menggunakannya lain kesempatan. Tidak!
Jika kita disediakan waktu 1 jam untuk belajar dan kita tidak menggunakan itu, waktu 1 jam itu hangus. Kita kehilangan 1 jam.

Yang menarik lagi.. hanya dengan “waktu” kita bisa memakai istilah “menghabiskan”, “membuang”, “menggunakan”. Di sisi lain, kita padahal tidak “memiliki” waktu itu.

Jadi kadang saya tidak setuju dengan ungkapan, “kita masih punya waktu”.
Kita tidak pernah punya waktu. Waktu itu disediakan. Absolute chronolog. Berjalan maju terus. Sifatnya hangus.

Begitu terobsesinya manusia dengan fenomena waktu ini, kita sering mendengar percobaan mengenai Perjalanan Waktu. Bahkan ada buku dan filmnya.
Banyak pula.
Saya tidak ada misteri apa yang ada di sana.
Mungkin dibutuhkan berjuta2 mangkok indomie dan berkilo2 cabe rawit untuk menguaknya.
Namun saat ini…
Yang kita bisa lakukan adalah mendesain, mengelola dan menggunakan waktu sehingga memaknai hidup kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s