HIDUP YANG SEIMBANG (KISAH SI OTONG)

Banyak perusahaan menaruh salah satu nilai organisasi adalah “WORK LIFE BALANCE”
Keren banget kan…
Calon manajer, sebut saja Otong, tergiur dengan tagline tersebut dan akhirnya masuk ke perusahaan itu.

1 minggu kemudian….
Otong merapikan meja kerjanya dan melirik jam tangannya. Waktu menunjukkan pukul 8 malam..
Wah.. anakku pasti sudah tidur, pikir Otong.
Tapi ga masalah.. mungkin karena masih minggu pertama, harus induksi dan serah terima. Biasa memang minggu awal kerja lebih berat.

1 bulan berlalu…
Otong duduk di ruang meeting yang masih panas dengan debat argumen. Smartphone nya bergetar. Dia melirik.. ah… istriku… kayak ga paham aja dia.. kalo suami lagi kerja keras..
Matanya tertumbuk pada tagline sebesar dinding ruang meeting: “KESEIMBANGAN HIDUP KARYAWAN KAMI ADALAH TUJUAN KAMI”
Rapat masih berjalan.. snack dan makan malam mulai diantarkan. Yah.. setidaknya dapat makan malam.. pikir Otong..

3 bulan berlalu…
Otong duduk di depan atasannya.
Evaluasi masa percobaan katanya.
Akhir diskusi, atasannya memuji dia sebagai manajer yang sangat potensial.

Good Job!!!!

Otong kemudian memberanikan diri bertanya..
“Pak.. salah satu alasan saya mau gabung dengan perusahaan ini.. karena salah satu nilai perusahaan adalah work life balance. Namun selama 3 bulan saya kerja disini, saya kok tidak merasakan itu ya…”
Atasannya terdiam sesaat, kemudian menjawab.
Otong, kamu tahu kan bahwa organisasi kita sedang dalam masa pembenahan. Sabar ya.. ketika nanti sudah membaik, ga akan lagi kok pulang sampai malam.. namun.. harus kamu sadari.. perubahan itu butuh waktu dan usaha yang extra

1 tahun kemudian…..
Otong duduk di depan atasannya.
Kali ini evaluasi kinerja tahunan katanya.
Atasan bilang…
Otong… perusahaan ini berterimakasih kepadamu. Karena selama satu tahun kamu sudah menunjukan kerja yang luar biasa. Nilai-nilai perusahaan kamu sudah terapkan. Strive to Excellence, Team Work, Integrity, Building Relation. GOOD JOB!!!
Otong termenung. Dia merasa kosong. Yang berkelebat dalam benaknya adalah seberapa sering dia kehilangan waktu bermain dengan anaknya. Ketika dia tidak bisa hadir di acara paduan suara anaknya. Ketika istrinya semakin lama semakin menjauh.

Pak.. dimana work life balance-nya?” tanya Otong lirih…

Yah.. kamu kan tahu… work life balance ya kamu yang harus atur.. jangan minta perusahaaan dong… yang tahu hidup kamu kan kamu sendiri. Kita pasti akan fasilitasi.. btw.. besok kita ada meeting dengan klien jam 9 malam ya.. kamu siapkan presentasi.”

Otong berjalan menyusuri selasar kantor. Masih terpampang tulisan yang terasa semakin besar. OUR VALUE IS WORK LIFE BALANCE. Otong tersenyum getir. Dari pantry terdengar Office Boy bersenandung…

“Ku rela pergi pagi pulang pagi
Hanya untuk mengais rezeki
Do’akan saja aku pergi
Semoga pulang dompetku terisi”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s