PERSAINGAN ITU BERAT

Mediocre is not an option. Even good is not an option. You have to be the best. Live with that or you die.

Menarik ketika rekan saya Rum Martani memposting beberapa pengalaman beliau naik taksi aplikasi. Dari pembahasan mengenai perubahan adalah keniscayaan sampai pagi ini beliau menceritakan bagaimana perilaku tidak seragam yang dialami.

Semalam sekitar jam 21.30..saya naik taksi aplikasi menuju rumah. Buat saya ini sudah kali ke berapa pengalaman naik taksi tersebut. Biasanya mobil wangi, pengendara ramah dan sopan, rapi dan terkesan lebih berpendidikan. Namun semalam, pengemudi taksinya tidak rapi, bau asem dan cara mengemudi mirip dengan sopir metromini. Sepanjang perjalanan dia bercerita bahwa sekarang ada target 10 trip untuk tiap pengemudi. Bahkan dia yang sudah narik dari jam 7 pagi (ahaaaa… ketahuan bau asemnya dari mana.. ternyata belum mandi dari pagi.. hadehhhh) baru dapet 7 trip. Lebih lanjut dia cerita, aplikasinya sudah 2x diblokir oleh perusahaan karena rating yang didapat dari pelanggan rendah. Singkat cerita, dia mengeluh karena sebenarnya dia tidak tahu apa yang salah dari dia.. kok bisa dapet rating rendah (menurut nganaaaa??? Bau asemmm boooooo).

Saya bilang ke si bapak, bahwa dengan adanya kemudahan taksi aplikasi dan “janji” bahwa taksi aplikasi lebih baik dari taksi konvensional, pelanggan lebih bisa menilai dan memilih mana yang terbaik. Karena itu sangat penting untuk menjadi yang terbaik, bukan hanya sekedar baik. Karena di dalam persaingan, baik saja tidak cukup. Apalagi kurang.

Persaingan itu berat.
Dimulai dari faktor supply vs demand. Siapa yang kuantitasnya lebih banyak akan bertarung untuk mendapatkan yang sedikit. Karena itu ada buku “Blue Ocean”. Lebih dari itu, persaingan menuntut kualitas yang semakin lama standarnya semakin tinggi.

Saat saya menjadi HR Head di perusahaan, balancing PA (performance appraisal) adalah masa-masa paling melelahkan. Apalagi jika ketemu dengan user yang selalu bilang semua anaknya bagus dan tidak mau menggunakan kurva normal sebagai patokan PA.

Senjata saya adalah.. kalau semuanya memang bagus.. artinya bagus menjadi standar baru rata-rata. Sehingga semua karyawan yang dinilai bagus jadi rata-rata. Nah.. tugas atasan adalah menentukan mana yang terbaik diantara yang rata-rata. Karena terbaik itu standarnya sudah turun hanya menjadi bagus.
Ketika mereka masih berusaha mendebat, saya punya senjata pamungkas. Jika anda mau survive di persaingan bisnis, mediocre is not an option. Even good is not an option. You have to be the best. Live with that or you die.

Kembali ke cerita pengemudi tadi. Si bapak mengangguk-angguk mendengar ceramah saya sambil bilang.. “iya bu.. karena itu bantu saya kasih rating yang bagus

Saya cuma bisa terdiam karena menahan nafas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s