TAKING ADVANTAGE

Lagi heboh dengan 2 surat sakti dari wakil rakyat kita. Satunya anggota DPRD yang pengen jalan-jalan ke Aussie, satunya lagi anggota DPR yang pengen jalan2 ke Eropah. Dua-duanya dikabarkan (sudah dibantah oleh ybs) meminta fasilitas dr KBRI.
Banyak yang bereaksi.. teriak mengenai revolusi mental pejabat yang dianggap menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

Menurut saya apa yang mereka lakukan (entah mengakui atau tidak) sangat manusiawi. Saya tidak bilang dalam tataran kebenaran moral. Karena sangat bisa diperdebatkan. Namun manusiawi.
Ketika fasilitas dianggap sebagai hak dan kecenderungan manusia untuk menyalahgunakan dengan alasan adalah fasilitas.
Kita langsung menghujat. Pejabat ga punya malu!!

Apakah hanya pejabat negara?
Menurut saya tidak.
Karena kita berhubungan dengan kesenangan duniawi dan jasmaniah (plus rohaniah kalo orangnya narsis dan suka selfie)

Ada periode dimana perusahaan di mana saya bekerja waktu itu sedang dalam kondisi susah.
Sehingga dikeluarkan aturan untuk perjalanan dinas ke LN, tidak boleh menggunakan premium airline (kami biasa menggunakan SQ saat itu). Banyak yang komplen. Mereka bilang.. ga fair.. kita ke LN buat kerja masak ga boleh naek SQ.. bla.. bla.. bla.. kan berbahaya.. bla bla bla..
Top management saat itu cuma berargumen.. kalo kalian mau jalan-jalan ke LN, bisa carinya budget airline. Yang paling murah bahkan. Tapi begitu ke LN urusan kantor, kalian bilang ga level naik budget airline. Mereka terdiam.

Ada juga yang karena punya Krisflyer, demi mileage memanipulasi jadwal perjalanan dinas sehingga seakan-akan tidak bisa tidak harus naik SQ.
Harusnya ga perlu ke US, tapi karena belum pernah ke US, buat acara seakan-akan dengan berkunjung ke kantornya Google langsung disana bisa belajar banyak (padahal namanya belajar mah.. ga perlu face to face sekarang.. katanya manusia digital…)

Mereka bukan pejabat. Mereka orang yang mengaku profesional.. bahkan ada yang mengaku top leader di perusahaan.
Tapi mereka menunjukan perilaku yang kurang inspiratif. Istilah saya, “moral disgrace”.
Jika bercermin dari kasus 2 pejabat tadi, anda yang mengenal orang-orang ini di perusahaan anda harus teriak ke telinga mereka. Tidak tahu malu!!!!

Ayolah sabahat-sahabatku yang hebat… berlaku adil dong sama pak Wahyu dan mbak Rachel…

Pastilah menyenangkan jika ada acara kantor yang dibiayain kantor melibatkan makan siang atau makan malam. Jika anda yang harus menentukan boleh makan di mana, apakah anda akan memilih warung indomie sebelah kantor untuk kateringnya? Walaupun anda sedemikian cintanya dengan masakan indomi mas-nya.
Kenapa?
Karena itu sifat manusiawi kita.. senang untuk mendapatkan keuntungan. Walaupun sebenarnya bukan haknya…

Coba renungkan sambil menyegarkan kepala pening kita dengan secangkir kopi.. tidak terlalu kental.. tidak terlalu manis. Pas!!!
(Ga makan indomi dulu.. mas-nya lagi diundang buat katering perusahaan…)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s