ENDURANCE

Loser selalu berusaha membenturkan beberapa kondisi yang tidak akan pernah mendapatkan solusi. Kata mujarabnya adalah “tapi”.

Di dalam setiap pelatihan manajemen atau leadership istilah endurance menjadi istilah wajib para trainer. Apalagi ketika kami para trainer membahas mengenai perbedaan sikap orang sukses (winning attitude) dengan orang yang gagal (losing attitude). Beberapa menyingkatnya menjadi “winner vs loser”.

Menariknya pembahasan ini dikarenakan banyak orang (peserta training) akan merasa terluka harga dirinya jika kita mulai menyisir satu demi satu perilaku “loser”. Mereka selalu bisa memiliki argumen untuk mematahkan perilaku tersebut dengan membenturkan perilaku yang mirip dari seorang “winner”.

Contohnya:
Loser selalu berusaha membenturkan beberapa kondisi yang tidak akan pernah mendapatkan solusi. Kata mujarabnya adalah “tapi”.
“Saya bisa saja memberikan sanksi kepada team saya yang tidak disiplin. Tapi kalo nanti dia resign, saya tidak ada orang”.
Perilaku yang mirip dengan “winner” adalah calculated risk.

Masih banyak contoh yang lain sebagai alasan penolakan mereka untuk mengakui bahwa mereka masih memiliki losing attitude.

Senjata trainer (serem banget yak.. pake senjata…) adalah istilah endurance.
Secara kamus artinya adalah ketahanan. Tapi saya suka menggunakan istilah “ketekunan”.
Ketahanan buat saya berkonotasi korban. Bertahan.
Ketekunan lebih memiliki nilai perjuangan munuju sesuatu yang memang bernilai sebagai hasil akhir.

Bertahan adalah insting natural manusia. Bahasa kerennya “survival instinct”. Sangat alami dan hewani sebenarnya.
Bertekun adalah pilihan tindakan. Menuju kesana, dibutuhkan latihan dan motivasi menjadi lebih baik.

Jadi ketika kita bertanya apakah saya memiliki endurance sebagai dasar perilaku pemenang, lihat prosesnya.. apakah saya berlatih dan berjuang untuk mengejar tujuan yang lebih besar? Atau sekedar tetap bisa bertahan dalam posisi yang sama?

Biarlah kita berlari dengan tekun dalam perlombaan yang ditetapkan bagi kita. Karena di dalam perlombaan tersebut semua orang berlari namun hanya ada satu pemenang. Larilah dengan sedemikian rupa sehingga kita yang akan mendapatkan hadiahnya.
Ketekunan kita yang menjadikan kita sebagai pemenang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s