BEGIN WITH THE END IN MIND

Tahun 1989, Stephen Covey meluncurkan buku yang menjadi hits selama lebih dari 20 tahun ini. 7 Habits for Highly Effective People. Menjadi panduan bagi para trainer dan motivator ketika mengajar. Bahkan panduan untuk para leader di perusahaan. Buku pengembangan diri yang meledak di pasar.
Menjadi pribadi yang efektif adalah jargon kualitas diri yang seringkali kita dengungkan. Bahkan sampai sekarang. Bahwa untuk menjadi efektif, orang butuh mendapatkan kemenangan pribadi, baru kemenangan publik.

Salah satu kebiasaan yang dikupas oleh Covey adalah kebiasaan #2 Begin with The End in Mind. Intinya adalah kita harus tahu apa yang menjadi tujuan hidup kita baru baru kita mampu untuk menentukan langkah-langkah mencapai tujuan itu.

Yang menarik adalah ilustrasi dari kebiasaan ini ternyata melalui beberapa perubahan.
Pertama diawali dengan gambaran.. bayangkan jika anda menghadiri pemakaman anda. Berapa banyak orang akan hadir. Berapa jumlah karangan bunga yang akan berada disana. Apa yang akan dikatakan oleh orang-orang yang datang mengenai anda.

Ilustrasi ini sedemikian dianggap mengerikan. Akhirnya berubah menjadi jika anda merayakan ulang tahun ke 80, berapa orang yang akan datang dan bagaimana orang menyikapi hidup anda ketika anda muda.
Apapun ilustrasinya.. intinya adalah menanyakan apa yang telah anda perbuat dan apa yang anda berikan.

Legacy.

Kebiasaan #2 ini menurut saya paling sulit untuk dilakukan. Karena pada dasarnya manusia ternyata memiliki rasa gentar dalam menjalani hidup. Kegamangan dalam menentukan tujuan hidupnya.
Apalagi di dunia milenium ini, dimana segala kemudahan sudah tercipta oleh bantuan teknologi dan akses informasi yang tak terbatas, ternyata hakiki pencarian diri dan pertanyaan akan legacy masih valid dan semakin sulit untuk dijawab.
Karena ternyata menjalani hidup dan meninggalkan legacy tidak semudah yang dikatakan. Hidup yang seperti apa? Legacy yang bagaimana?

Saya lebih suka mengutip lagunya My Chemical Romance – Dead.

“And if your heart stops beating…
….Did you get what you deserve?
The ending of your life
And if you get to heaven…
….Did you get what you deserve?”

Jangan sampai jawabannya adalah:
“Have you heard the news that you’re dead?
No one ever had much nice to say
I think they never liked you anyway”

Lakukan segala sesuatu dengan kebaikan hati karena itulah yang akan dicari dan dipertanggungjawabkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s